Archive for July, 2009

26
Jul
09

Dua Polisi yang Menyaksikan Eksekusi atas Sayyid Qutb

said-qutub

Sayyid Qutb, seorang mujahid yang menjualnya nyawanya dengan sangat murah ditiang gantung hanya untuk menegakkan tauhid. sayyid qutb pernah berkata kurang lebih seperti ini “telunjukku yang berwahdaniyah berkali-kali untuk menolak hukum thoghut

dinegara saya, banyak sekali buku-buku karya sayyid qutb yang diterbitkan secara bebas, tetapi buku “Petunjuk Jalan” pernah dilarang karena isi pemikiran sayyid qutb yang dianggap berbahaya bagi “pemelihara thoghut”. tetapi akhir bulan ini Pro-U media menerbitkan buku ini, tetapi saya belum membaca buku ini. selanjutnya adalah kitab tafsir Fi Zhilail Quran (dibawah naungan alquran). yang sangat saya senang dengan sayyid qutb adalah gaya bahasa yang penuh dengan sastra, jadi terdapat ulama yang mentahzir beliau, karena tafsir beliau “aneh” atau tidak normal. yang saya suka ketika membaca bagian muqadimmah yaitu “aku sudah bosan berjalan dikubangan jahiliyah”. berikut adalah kisah Dua Polisi yang Menyaksikan Eksekusi atas Sayyid Qutb

Ulama, da’i, serta para penyeru Islam yang mempersembahkan nyawanya di Jalan Allah, atas dasar ikhlash kepadaNya, sentiasa ditempatkan Allah sangat tinggi dan mulia di hati segenap manusia.

Di antara da’i dan penyeru Islam itu adalah Syuhada (insya Allah) Sayyid Qutb. Bahkan peristiwa eksekusi matinya yang dilakukan dengan cara digantung, memberikan kesan mendalam dan menggetarkan bagi siapa saja yang mengenal Beliau atau menyaksikan sikapnya yang teguh. Di antara mereka yang begitu tergetar dengan sosok mulia ini adalah dua orang polisi yang menyaksikan eksekusi matinya (di tahun 1966).

Salah seorang polisi itu mengetengahkan kisahnya kepada kita:
Continue reading ‘Dua Polisi yang Menyaksikan Eksekusi atas Sayyid Qutb’

26
Jul
09

Dua Kebodohan Pluralisme

Saya hanya mengutip dari buku Dr. Adian Husaini (INSIST) yang berjudul Pluralisme Agama Haram. Buku ini saya beli ketika pameran buku “Pekan Buku Jakarta”. Dua kebodohan ini saya kutip dari Anis Malik Thoha, PhD (Kata sambutan)

Pluralisme agama memiliki sejumlah kelemahan mendasar :
1. Kaum pluralis mengklaim bahwa pluralisme menjunjung tinggi dan mengajarkan toleransi, tapi justru mereka sendiri tidak toleran karena menafikan “Kebenaran Ekslusif” sebuah agama. Mereka menafikan klaim “Paling Benar Sendiri” dalam suatu agama, tapi justru faktanya “kaum pluralis”-lah yang mengklaim dirinya paling benar sendiri dalam membuat dan memahami statemen keagamaan (religious statemen). Patut dicatat, bahwa “any statemen about religion is religious statemen.” Para penganut pluralis tampaknya tidak sadar.

2. Adanya “Pemaksaan” nilai-nilai budaya Barat (westernisasi), terhadap negara-negara dibelahan dunia bagian timur, dengan berbagai bentuk dan cara, dari embargo ekonomi sampai penggunaan senjata dan pengerahan militer secara besar-besaran seperti yang menimpa irak dan afghanistan saat ini. jadi, sebenarnya mereka tidak toleran. Mereka merelatifkan tuhan-tuhan yang dianggap absolut oleh kelompok-kelompok lain seperti Allah, Trinitas, Yahweh, Trimurti, dan lain sebagainya. Namun disaat yang sama, “secara tanpa sadar” mereka juga mengklaim bahwa hanya tuhan mereka sendiri yang absolut.

Tuhan yang absolut menurut mereka ini namanya, seperti yang diusulkan John Hick, adalah “The Real” yang kebetulan ia dapatkan padanan katanya dalam tradisi islam sebagai “Al Haq.” Tapi anehnya, Hick menolak “Al-Haq” ini sebagai “The Real” an sich atau yang sebenarnya, hanya dengan alasan bahwa “Al Haq” telah mengalami proses akulturasi konseptual dalam kultur dan tradisi tertentu, yaitu islam.

Sehingga menurutnya “Al Haq” tidak beda dengan konsep-konsep tuhan impersonal dalam tradisi-tradisi lain, seperti nirguna brahma dalam hiduisme, En soph dalam yudaisme kaballah, dan Godhead dalam mistik kristen. jadi, menurut john hick, nama-nama tuhan (baik personal maupun impersonal) dalam berbagai agama dan trardisi hanyalah sebagai bentuk-bentuk manifestasi dari “The Real” ini. Oleh karena itu, semuanya adalah “relatif” alias tidak “absolut”. Dengan demikian, semua orang harus mengimani dan menyembah tuhannya john hick ini. jadi pada hakikatnya, tanpa sadar mereka telah membangun absolutismenya sendiri. Disini, bisa dikatakan, alih-alih jadi wasit, kaum pluralis malah terseret jadi pemain yang saling berkompetisi dilapangan. Jadi, pemikiran pluralisme agama itu sangat sarat dengan self-inconsistency, double standard, dan distortion.




 

July 2009
M T W T F S S
« Jun   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Tarikh Hari Ini

Kontak



Oka (My Bro)

Stop Caterpillar

Jamal Records

Organisasi Kampus Ku

Voice Of Islam

Voice of Islam

Jumlah Pengunjung

who's online

Flag Counter

Tracker

peta pengunjung

ip-location

Jumlah Pengunjung

  • 68,118 pengunjung

a

Iklan

Free Domain KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia



Flickr Photos

Untitled

Upper Dentdale Valley, Yorkshire Dales (Explored)

Nets

More Photos

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.