22
Dec
07

Fiqih Wanita 6:Mahram : Apa Dan Siapa Sajakah ?

I. Mahram

Mahram berasal dari makna haram, yaitu wanita yang haram dinikahi. Sebenarnya antara keharaman menikahi seorang wanita dengan kaitannya bolehnya terlihat sebagian aurat ada hubungan langsung dan tidak langsung.

Hubungan langsung adalah bila hubungannya seperti akibat hubungan faktor famili atau keluarga. Hubungan tidak langsung adalah karena faktor diri wanita tersebut. Misalnya, seorang wanita yang sedang punya suami, hukumnya haram dinikahi orang lain. Juga seorang wanita yang masih dalam masa iddah talak dari suaminya. Atau wanita kafir non kitabiyah, yaitu wanita yang agamanya adalah agama penyembah berhala seperi majusi, Hindu, Buhda,

Hubungan mahram ini melahirkan beberapa konsekuensi, yaitu hubungan mahram yang bersifat permanen, antara lain :

  1. Kebolehan berkhalwat (berduaan)

  2. Kebolehan bepergiannya seorang wanita dalam safar lebih dari 3 hari asal ditemani mahramnya.

  3. Kebolehan melihat sebagian dari aurat wanita mahram, seperti kepala, rambut, tangan dan kaki.

II. Ayat-ayat Tentang Kemahraman Di Dalam Al-Quran A. Daftar mahram menurut Surat An-Nisa
Allah SWT telah berfirman dalam surat An-Nisa :

Diharamkan atas kamu ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan ; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu ; anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu , maka tidak berdosa kamu mengawininya; isteri-isteri anak kandungmu ; dan menghimpunkan dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. An-Nisa : 23)

Dari ayat ini dapat kita rinci ada beberapa kriteria orang yang haram dinikahi. Dan sekaligus juga menjadi orang yang boleh melihat bagian aurat tertentu dari wanita. Mereka adalah :

  1. Ibu kandung
    Jadi seorang wanita boleh kelihatan sebagian tertentu dari auratnya di hadapan anak-anak kandungnya.

  2. Anak-anakmu yang perempuan
    Jadi wanita boleh kelihatan sebagian dari auratnya di hadapan ayah kandungnya.

  3. Saudara-saudaramu yang perempuan,
    Jadi seorang wanita boleh kelihatan sebagian dari auratnya di hadapan saudara laki-lakinya.

  4. Saudara-saudara bapakmu yang perempuan
    Jadi seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan anak saudara laki-lakinya. Dalam bahasa kita berarti keponakan.

  5. Saudara-saudara ibumu yang perempuan
    Jadi seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan anak saudara wanitanya. Dalam bahasa kita juga berarti keponakan.

  6. Anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki
    Jadi seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan paman, dalam hal ini adalah saudara laki-laki ayah.

  7. Anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan
    Jadi seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan paman, dalam hal ini adalah saudara laki-laki ibu.

  8. Ibu-ibumu yang menyusui kamu
    Jadi seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan seorang laki-laki yang dahulu pernah disusuinya, dalam hal ini disebut anak susuan.

  9. Saudara perempuan sepersusuan
    Jadi seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan laki-laki yang dahulu pernah pernah menyusu pada wanita yang sama, meski wanita itu bukan ibu kandung masing-masing. Dalam hal ini disebut saudara sesusuan.

  10. Ibu-ibu isterimu
    Jadi seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan laki-laki yang menjadi suami dari anak wanitanya. Dalam bahasa kita, dia adalah menantu laki-laki.

  11. Anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri,
    Jadi seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan laki-laki yang menjadi suami ibunya (ayah tiri) tetapi dengan syarat bahwa laki-laki itu sudah bercampur dengan ibunya.

  12. Isteri-isteri anak kandungmu
    Jadi seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan laki-laki yang menjadi ayah dari suaminya. Dalam bahasa kita adalah mertua laki-laki.

B. Daftar Mahram sesuai dengan surat An-Nuur
Dalam surat An-Nur ayat 31 Allah SWT berfiman yang artinya :

Katakanlah kepada wanita yang beriman: `Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS An-Nuur : 31)

Ayat ini juga berbicara tentang siapa saja orang yang boleh melihat sebagian aurat wanita yang dalam hal ini juga berstatus sebagai mahram. Orang-orang yang disebutkan dalam ayat ini ada yang sudah disebutkan di dalam surat An-Nisa ayat 23 dan ada pula yang belum. Yang sudah disesutkan antara lain adalah ayah, anak, saudara laki-laki dan anak saudara laki-laki. Selebihnya belum disinggung.

Bila kita break down satu persatu maka apa yang disebutkan dalam ayat ini berkaitan dengan siapa saja yang menjadi mahram adalah :

  1. Suami
    Bahkan seorang wanita bukan hanya boleh terlihat sebagian auratnya tetapi seluruh auratnya halal bila terlihat.

  2. Ayah
    Bahwa seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan ayahnya telah dijelaskan pada surat An-Nisa ayat 23 pada poin nomor [2]

  3. Ayah suami
    Dalam bahasa kita adalah mertua. Yaitu ayahnya suami seorang wanita.

  4. Putera atau anak
    Bahwa seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan anaknya telah dijelaskan pada surat An-Nisa ayat 23 pada poin nomor [2]

  5. Putera-putera suami
    Dalam bahasa kita maksudnya adalah anak tiri, dimana seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan laki-laki yang statusnya anak tiri. 6. Saudara-saudara laki-laki. Bahwa seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan saudara laki-lakinya telah dijelaskan pada surat An-Nisa ayat 23 pada poin nomor [3]

  6. putera-putera saudara lelaki
    Bahwa seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya di hadapan putera saudara laki-lakinya (keponankan) telah dijelaskan pada surat An-Nisa ayat 23 pada poin nomor [4]

  7. Putera-putera saudara perempuan
    Dalam bahasa kita maksudnya adalah keponakan dari kakak atau adik wanita.

  8. Wanita-wanita Islam
    Jadi bila sesama wanita yang muslimah, seorang wanita boleh terlihat sebagian auratnya, Tetapi tidak boleh terlihar seluruhnya. Karena satu-satunya yang boleh melihat seluruh aurat hanya satu orang saja yaitu orang yang menjadi suami. Sedangkan sesama wanita tetap tidak boleh terlihat seluruh aurat kecuali ada pertimbangan darurat seperti untuk penyembuhan secara medis yang memang tidak ada jalan lain kecuali harus melihat. Adapun wanita yang statusnya bukan Islam seperti Kristen, Protestan, Hindu, Budha, Konghucu atau ateis, maka seorang wanita musimah diharamkan terlihat auratnya meski hanya sebagian. Karena itu buat para wanita muslimah yang tinggal bersama di sebuah asrama atau di rumah kost, pastikan bahwa wanita yang tinggal bersama anda muslimah semuanya. Karena kalau ada yang bukan muslimah, anda tetap diwajibkan menutup aurat seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan sebagaimana di depan laki-laki non mahram. Begitu juga bila masuk ke kolam renang khusus wanita, pastikan bahwa semua pengunjungnya adalah wanita dan agamanya harus Islam.

  9. Budak-budak yang mereka miliki
    Di masa perbudakan, seorang wanita masih dibolehkan terlihat auratnya di hadapan budak yang dimilikinya. Tapi di masa kini, sopir dan pembantu sama sekali tidak bisa dianggap sebagai budak, karena mereka adalah orang merdeka.

  10. Pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan
    Yang dimaksud adalah pelayan atau pembantu yang sama sekali sudah mati nafsu birahi baik secara alami atau karena dioperasi. Dalam Tafsir Al-Qurthubi disebutkan bahwa ada perbedaan pendapat dalam memahami maksud ayat in dalam beberapa makna :

    • Mereka adala orang yang bodoh/pandir yang tidak memiliki hasrat terhadap wanita.

    • Mereka adalah orang yang mengabdikan hidupnya pada suatu kaum (harim) yang tidak memiliki hasrat terhadap wanita.

    • Mereka adalah orang yang impoten total.

    • Mereka adalah orang yang dipotong kemaluannya,

    • Mereka adalah orang yang waria yang tidak punya hasrat kepada wanita.

    • Mereka adalah orang yang tua renta yang telah hilang nafsunya

  11. Anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

III. Pembagian Mahram Sesuai Klasifikasi Para Ulama

Tentang siapa saja yang menjadi mahram, para ulama membaginya menjadi tiga klasifikasi besar :

1. Mahram Karena Nasab

  • Ibu kandung dan seterusnya keatas seperti nenek, ibunya nenek.

  • Anak wanita dan seteresnya ke bawah seperti anak perempuannya anak perempuan.

  • Saudara kandung wanita.

  • `Ammat / Bibi (saudara wanita ayah).

  • Khaalaat / Bibi (saudara wanita ibu).

  • Banatul Akh / Anak wanita dari saudara laki-laki.

  • Banatul Ukht / anak wnaita dari saudara wanita.

2. Mahram Karena Mushaharah (besanan/ipar) Atau Sebab Pernikahan

  • Ibu dari istri (mertua wanita).

  • Anak wanita dari istri (anak tiri).

  • Istri dari anak laki-laki (menantu peremuan).

  • Istri dari ayah (ibu tiri).

3. Mahram Karena Penyusuan

  • Ibu yang menyusui.

  • Ibu dari wanita yang menyusui (nenek).

  • Ibu dari suami yang istrinya menyusuinya (nenek juga).

  • Anak wanita dari ibu yang menyusui (saudara wanita sesusuan).

  • Saudara wanita dari suami wanita yang menyusui.

  • Saudara wanita dari ibu yang menyusui.

IV. Mahram Dalam Makna Haram Menikahi Semata

Selain itu, ada bentuk kemahraman yang semata-mata mengharamkan pernikahan saja, tapi tidak membuat seseorang boleh melihat aurat, berkhalwat dan bepergian bersama. Yaitu mahram yang bersifat muaqqat atau sementara. Misalnya :

  1. Istri orang lain, tidak boleh dinikahi tapi juga tidak boleh melihat auratnya.

  2. Saudara ipar, atau saudara wanita dari istri. Tidak boleh dinikahi tapi juga tidak boleh khalwat atau melihat sebagian auratnya. Hal yang sama juga berlaku bagi bibi dari istri.

  3. Wanita yang masih dalam masa Iddah, yaitu masa menunggu akibat dicerai suaminya atau ditinggal mati.

  4. Istri yang telah ditalak tiga.

  5. Menikah dalam keadaan Ihram, seorang yang sedang dalam keadaan berihram baik untuk haji atau umrah, dilarang menikah atau menikahkan orang lain.

  6. Menikahi wanita budak padahal mampu menikahi wanita merdeka.

  7. Menikahi wanita pezina.

  8. Menikahi istri yang telah dili`an, yaitu yang telah dicerai dengan cara dilaknat.

  9. Menikahi wanita non muslim yang bukan kitabiyah atau wanita musyrikah.

 

About these ads

15 Responses to “Fiqih Wanita 6:Mahram : Apa Dan Siapa Sajakah ?”


  1. 1 stiawan
    January 19, 2008 at 8:32 am

    Apakah cucu dari pakde saya termasuk mahram buat saya??

  2. 2 hikmah
    February 18, 2008 at 3:47 am

    Alangkah lebih bagusnya kalau pendapat antum diberi referensi sesuai dengan pendapat siapa? atau ini semata pendapat antum sendiri? Klasifikasi pembagian mahram dan konsekuensinya, terutama mahram muuaqqat sangat penting. Terus terang saya masih mencari referensinya. Syukron

  3. 3 Abay
    October 3, 2008 at 2:01 pm

    Assalamualaikum,

    saya mo tny untuk mahram yang boleh terlihat itu pa ja dan bgian aurat yang mn???

  4. October 7, 2008 at 10:44 pm

    waalaikumsalam

    saya bingung pertanyaannya…

  5. 5 neng geulis
    October 17, 2008 at 8:25 pm

    maxudnya mungkin gni…aurat bgi wanita or pria bgian mna yg boleh trlihat oleh mahram qt???
    am I right??

  6. 6 neng geulis
    October 17, 2008 at 8:30 pm

    mgkn jwbannya klo u mahram qt bpakaian sewajarnya saja, tpi klo yg untuk bkan mahram klo bgi wanita yg terlihat muka n tlapak tgn, klo laki2 ga blh tlihat dr pusar smpe lutut bkn?

  7. 7 nafidatulfajriyana
    November 22, 2009 at 7:33 pm

    jika wanita itu berkhalwat dalam slam itu di larang,maka pada zaman sekarang banyak yg melanggar hukum islam????????

  8. 8 imam
    December 10, 2009 at 10:01 pm

    berkhalwat memang diharamkan tetapi pada zaman skr banyak laki2 dan perempuan banyak yang pegang2an tangan malahan berboncengan mesrah dan tak lupa bermesraan di taman kota…… na’udzu billah….summa na’udzubillah……!!!

  9. December 11, 2009 at 9:26 am

    inilah tanda2 akhir jaman, dimana semua serba terbalik,
    ketika ada pemuda yang menunduk pandangan disangka aneh, ketika wanita menggunakan jilbab syar’i (atau malah mungkin ber niqab) malah dibilang ketinggalan jaman …

    padahal mereka itu hanya mengikuti sunnah nabi, ingat yang namanya sunnah itu ketatapan nabi, bukannya dilakukan dapat pahala dan tidak tidak dilakukan tidak apa2

  10. 11 Sakura sholeha
    July 2, 2010 at 8:52 pm

    Begitu rendah ilmu saya hai Ustadz… keinginan saya untuk menutup aurat tidak dibarengi ilmu pengetahuan yg kuat tentang fiqih wanita… jadi sampai sekarang sy memang sdh berjilbab, tp mungkin masih jauh dari yg diharapkan Islam. Dan yg sangat mengganggu saya, byknya pendapat bahwa buat apa berjilbab jika hatinya belum bersih. Mohon bimbingannya Ustadz.. Syukron.

  11. 12 Sameer Rieza Riyadhiui
    August 15, 2010 at 7:13 am

    hmmmm … kenapa ia? orang yg mw mnjlankan sunnah nabi ataupun kewajiban2 lain semisal menutup aurat itu di anggap ketinggalan zaman atau bahasa kasarnya “norak”??
    knapa pula perempuan sering susah klu di suruh memakai jilbab?? aduuuhhh … padahalkan itu jg buat kebaikan perempuan itu sendiri

    benar2 tanda2 akhir zaman

  12. 13 Nia
    October 29, 2010 at 9:43 am

    Assalamualikum
    apakah haram jika ada seorang perempuan ingin menikah dengan saudara sepupu laki -lakinya
    Syukron

  13. 14 fitrah
    January 14, 2011 at 8:05 pm

    Assalamualaikum..
    izin share di note fb ana..
    bolehkah?
    akan tetap ana cantumkan sumbernya, insya Allah..

  14. 15 Olih solihin
    April 11, 2011 at 5:26 pm

    ma’af ustad fiqih yg anda pahami harus dibawa dulu ke pembahasan masalah ,soalnya rancu bangt …?piqih prodak baru kayanya ya ?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


December 2007
M T W T F S S
« Nov   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

Tarikh Hari Ini

Kontak



Oka (My Bro)

Stop Caterpillar

Jamal Records

Organisasi Kampus Ku

Voice Of Islam

Voice of Islam

Jumlah Pengunjung

who's online

Flag Counter

Tracker

peta pengunjung

ip-location

Jumlah Pengunjung

  • 89,258 pengunjung

Iklan

Free Domain KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia



Flickr Photos

Simply Amsterdam, August 2014

Point Lobos Pink and Blue - Carmel, CA

L'ENVOL!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

More Photos

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: