22
Dec
07

Fiqih Wanita 5:Hukum Menikah Dengan Pasangan Zina

I. Zina Yang Semakin Sering Terjadi

Seringkali kita dapati di masa sekarang ini pasangan muda yang melakukan zina. Barangkali mereka tidak berniat pada awalnya untuk berzina. Namun karena keteldoran dan tidak mengindahkan larangan untuk berkhalwat dan seterunya, maka mereka menjadi sasaran empuk jerat syetan sehingga tanpa disadari terjerumuslah mereka ke zina yang diahramkan.

Faktanya, berbagai penelitian menunjukkan bahwa banyak remaja, pada usia dini sudah terjebak dalam perilaku reproduksi tidak sehat, diantaranya adalah seks pra nikah. Dari data-data yang ada menunjukkan:

1. Antara 10 -31% (N=300 di setiap kota) remaja yang belum menikah di 12 kota besar di Indonesia menyatakan pernah melakukan hubungan seks (YKB,1993).

2. 27% remaja laki-laki dan 9% remaja perempuan di Medan (15-24 tahun) mengatakan sudah pernah melakukan hubungan seksual (Situmorang, 2001)

3. 75 dan 100 remaja yang belum menikah di Lampung dilaporkan sudah pernah melakukan hubungan seks (studi PKBI, tahun 1997)

4. Di Denpasar Bali, dari 633 pelajar SLTA kelas II, sebanyak 23,4% (155 remaja) mempunyai pengalaman hubungan seks, 27% putra dan 18% putri (Pangkahila, Wempie, Kompas, 19/09/1996)

Ada pergeseran nilai mengenai hubungan seksual sebelum nikah. Hal ini utamanya terjadi pada kaum perempuan. Bila sebelumnya ada anggapan bahwa hubungan seksual hanya dilakukan jika ada hubungan emosional yang dalam dengan lawan jenis, namun saat kini kondisi tersebut telah berubah. Hasil penelitian Shali dan Zeinik (Dusek, 1996) menunjukkan baliwa 79,1% kaun perempuan (usia antara 15-19 tahun) setuju dilakukannya hubungan seksual walaupun tidak ada rencana untuk menikah; 54,7% setuju hanya bila ada rencana menikah; dan 10,7% tidak setuju adanya hubungan seksual sebelum menikah.

Namun demikian, perilaku seksual remaja sebenarnya tidak hanya terbatas pada jenis hubungan seksual sebelum nikah, tetapi perilaku seksual yang lain, misalnya petting (90% remaja terlibat pada “light” petting, 80% remaja terilbat pada “heavy” petting); dan masturbasi, menunjukkan frekuensi yang tinggi pula.

II. Haramnya Aborsi

Pilihan yang paling konyol adalah mengaborsi anak yang terlanjur tumbuh dalam janin. Padahal aborsi ini selain dilaknat Allah dan agama, juga sangat beresiko besar kepada keselamatan seorang wanita.

Selain itu praktek aborsi adalah pelangaran hukum dimana bila ada seseorang ikut membantu proses aborsi di luar nikah yang syah, bisa dijerat dengan hukum. (silahkan baca mata kuliah Fiqih Kontemporer pada judul Hukum Aborsi).

III. Hukum Menikahi Pasangan Zina

Pilihan lainnya adalah menikahi pasangan zina yang terlanjur hamil itu. Namun bagaimana hukumnya dari sudut pandang syariah ? Bolehkah menikahi wanita yang telah dizinai ?

Ada sebuah ayat yang kemudian dipahami secara berbeda oleh para ulama. Meski pun jumhur ulama memahami bahwa ayat ini bukan pengharaman untuk menikahi wanita yang pernah berzina.

Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mu`min. (QS. An-Nur : 3)

Lebih lanjut perbedaan pendapat itu adalah sbb :

1. Pendapat Jumhur (mayoritas) ulama

Jumhurul Fuqaha mengatakan bahwa yang dipahami dari ayat tersebut bukanlah mengharamkan untuk menikahi wanita yang pernah berzina.

Bahkan mereka membolehkan menikahi wanita yang pezina sekalipun. Lalu bagaimana dengan lafaz ayat yang zahirnya mengharamkan itu ?

Para fuqaha memiliki tiga alasan dalam hal ini. Dalam hal ini mereka mengatakan bahwa lafaz `hurrima` atau diharamkan di dalam ayat itu bukanlah pengharaman namun tanzih (dibenci).

Selain itu mereka beralasan bahwa kalaulah memang diharamkan, maka lebih kepada kasus yang khusus saat ayat itu diturunkan.

Mereka mengatakan bahwa ayat itu telah dibatalkan ketentuan hukumnya (dinasakh) dengan ayat lainnya yaitu :

Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas lagi Maha Mengetahui. (QS> An-Nur : 32).

Pendapat ini juga merupakan pendapat Abu Bakar As-Shiddiq ra dan Umar bin Al-Khattab ra dan fuqaha umumnya. Mereka membolehkan seseorang untuk menikahi wanita pezina. Dan bahwa seseorang pernah berzina tidaklah mengharamkan dirinya dari menikah secara syah.

Pendapat mereka ini dikuatkan dengan hadits berikut :

Dari Aisyah ra berkata,`Rasulullah SAW pernah ditanya tentang seseorang yang berzina dengan seorang wanita dan berniat untuk menikahinya, lalu beliau bersabda,`Awalnya perbuatan kotor dan akhirnya nikah. Sesuatu yang haram tidak bisa mengharamkan yang halal`. (HR. Tabarany dan Daruquthuny).

Juga dengan hadits berikut ini :

Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW,`Istriku ini seorang yang suka berzina`. Beliau menjawab,`Ceraikan dia`. `Tapi aku takut memberatkan diriku`. `Kalau begitu mut`ahilah dia`. (HR. Abu Daud dan An-Nasa`i)

2. Pendapat Yang Mengharamkan

Meski demkikian, memang ada juga pendapat yang mengharamkan total untuk menikahi wanita yang pernah berzina. Paling tidak tercatat ada Aisyah ra, Ali bin Abi Thalib, Al-Barra` dan Ibnu Mas`ud. Mereka mengatakan bahwa seorang laki-laki yang menzinai wanita maka dia diharamkan untuk menikahinya. Begitu juga seorang wanita yang pernah berzina dengan laki-laki lain, maka dia diharamkan untuk dinikahi oleh laki-laki yang baik (bukan pezina).

Bahkan Ali bin abi Thalib mengatakan bahwa bila seorang istri berzina, maka wajiblah pasangan itu diceraikan. Begitu juga bila yang berzina adalah pihak suami. Tentu saja dalil mereka adalah zahir ayat yang kami sebutkan di atas (aN-Nur : 3).

Selain itu mereka juga berdalil dengan hadits dayyuts, yaitu orang yang tidak punya rasa cemburu bila istrinya serong dan tetap menjadikannya sebagai istri.

Dari Ammar bin Yasir bahwa Rasulullah SAW bersbda,`Tidak akan masuk surga suami yang dayyuts`. (HR. Abu Daud)

3. Pendapat Pertengahan

Sedangkan pendapat yang pertengahan adalah pendapat Imam Ahmad bin Hanbal. Beliau mengharamkan seseorang menikah dengan wanita yang masih suka berzina dan belum bertaubat. Kalaupun mereka menikah, maka nikahnya tidak syah.

Namun bila wanita itu sudah berhenti dari dosanya dan bertaubat, maka tidak ada larangan untuk menikahinya. Dan bila mereka menikah, maka nikahnya syah secara syar`i.

Nampaknya pendapat ini agak menengah dan sesuai dengan asas prikemanusiaan. Karena seseroang yang sudah bertaubat berhak untuk bisa hidup normal dan mendapatkan pasangan yang baik.

 

About these ads

42 Responses to “Fiqih Wanita 5:Hukum Menikah Dengan Pasangan Zina”


  1. 1 andi
    January 12, 2008 at 4:15 am

    kalau menurut aku secara pribadi banyak perbedaan pendapat antara yang boleh , pertengahan dan yang mengharamkan mengawini wanita yang telah berzina pada surat annur ayat 3 ,saya telah membaca berkali2 tentang ayat ini pertama saya memang membolehkan tetapi setelah saya kembalikan lagi ke ayat pertama dari annur, sesungguhnya Allah melindungi kita dengan firmannya dan maha benar Allah dengan segala firmannya.

  2. 2 tyas
    May 13, 2008 at 7:58 am

    jika ada sepasang kekasih yang melakukan hubungan seks tersebut diluar nikah, bagaimana pendapat anda jika di nikahi oleh kekasihnya, atau dinikahi orang lain? dan bagaimana hukumnya, apa sama dengan penjelasan di atas!
    terima kasih.

  3. 3 Ning
    September 1, 2008 at 10:36 pm

    Menurutq,itu lbh baik. Slain krn se7 dg pndpt Imam Hambali,jg sbg simbol prtanggung jwbn. Org taubat kan bkn brarti bebas dri tanggung jwb to?

  4. 4 Shofwan
    September 2, 2008 at 11:38 pm

    Pertanyaan saya sama dengan tyas.
    jika ada sepasang kekasih yang melakukan hubungan seks tersebut diluar nikah, bagaimana pendapat anda jika di nikahi oleh kekasihnya, atau dinikahi orang lain? dan bagaimana hukumnya, apa sama dengan penjelasan di atas!

    Mohon penjelasannya
    terima kasih.

    • 5 Herdi Ramdan purnajaya
      January 20, 2010 at 9:05 am

      1.jika dinikahi oleh kekesihnya maka tidak ada masa’iddah bagi si wanitanya.kalau sudah hamil kemudan dinikahinya maka anak(laki laki atau wanita) tersebut tidak akan mendapatkan warisan dari ortunya jika anaknya wanita hukumnya haram memakai wali dari bpk nya sendiri bila kelak anak(wanita) itu menikah.jadi walinya harus wali hakim.itu lah resiko yang harus dihadapi oleh sepasang kekasih yang melakukan hubungan sex diluar nikah dan hamil.
      2.jika dinikahi bukan oleh kekasihnya maka harus menunggu ‘iddah sebagai lazimnya seseorang yang sudah bercerai.hal itu dilakukan untuk kehati hatian.
      3.sebagai referensi lihat kitab Madzahibul Arba’ah dan Bidayatul Mujtahid

  5. 6 Daud
    October 16, 2008 at 7:44 am

    Allah maha adil.allah akan menemukan jodoh seseorg itu sesuai dgn pasganya.apabila laki2 yg baik maka allah temukan yg baik apabila laki2 sholeh maka allah temukan dgn yg sholehah dan apabl laki2 pezina maka allah temukan dgn wanita pezina.maka untk itu pentg setiap pribadi kt memperbaiki dr agar menjd sholeh maka allah temukan dgn sholehah.dan jd kan diri kt dai maka allah temukan daìyah.jd penting memperbaik diri supaya allah beri yg terbaik

  6. 7 ii
    February 23, 2009 at 1:15 pm

    Assalamualaikum wr..wb..
    Saya sangat setuju dengan pendapat Daud diatas. Allah itu Maha adil. Dia tau mana yang terbaik bagi hambanya.oleh karena itu memperbaiki diri, terutama menata hati sangatlah penting karena semua tindak tanduk kita berawal dari hati. hati yang bersih akan melahirkan pemikiran, perbuatan yang bersih pula, begitu sebaliknya. apabila ingin mempunyai pasangan yang berhati bersih, mulai lah dari diri sendiri untuk menata hati. sekecil apapun usaha kita dalam menata hati, akan dibalas oleh Allah. Allah tidak akan pernah tidur dalam mengawasi umatnya…Mari kita menata hati mulai dari yang kecil, mulai diri sendiri, dan mulai saat ini.wassalam…

  7. 8 Azizah
    March 12, 2009 at 12:51 pm

    Apakah hukumnya seorang muslim/muslimah berzina di masa sekarang, apakah harus di hukum cambuk 100 kali/rajam atau cukup dengan taubatan nasuha saja? Karena pada zaman Nabi SAW seseorang yang berzina dihukum cambuk 100 kali jika belum menikah dan di hukum rajam apabila sudah menikah.Sementara di zaman sekarang tidak ada negara yang 100% melaksanakan syariat Islam.

    • 9 Herdi Ramdan purnajaya
      January 20, 2010 at 9:26 am

      Bagi setiap muslim atau muslimah wajib untuk menegakkan hukum islam.dan bagii pezinah wajib hukumnya untuk dirajam,tdk cukup hanya dengan taubat nasuha.Banyak hkmah kenapa Allah SWT dan Rosullah SAW mengadakan hukum rajam.Anda bisa lihat di buku fiqih kontemporer karya Dr Yusuf Qoedhowi.persolannya,apakah ada yang salah dgn negara kita?hemat saya,tdk ada yg salah dgn negara kita karena negara kita sudah menjamin kebebasan bagi pemeluknya untuk menjalankan syari’at agamanya masing masing dgn keluarnya UUD pasal 29.Kalau ada kesepakatan seluruh umat muslim indonesia untuk mewujudkan hukum islam secara menyeluruh pasti bisa.to be countinue

  8. 10 Ana
    March 12, 2009 at 12:55 pm

    Buat Daud, apakah ulasan antum tersebut secara implisit mengatakan bahwa jodoh tidaklah ditentukan sejak seseorang masih dalam kandungan ibundanya? Apakah secara implisit antum mengatakan bahwa jodoh seseorang ditentukan oleh usahanya dan bukan merupakan takdir yang tidak bisa di ubah?

    • 11 lail
      March 11, 2010 at 5:05 pm

      maaf sebelumnya mbak ana,
      untuk pertannyaan mbak saya akan coba utarakan pendapat saya, apa yang dikatakan daud itu benar, dan juga apa yang dikatakan mbak benar, menurut saya, sejak seseorang dalam kandungan ibundanya sudah ditentukan oleh Allah jodohnya, dan bila kebetulan jodohnya tidak baik seperti orang tersebut maka Allah menunda pertemuan mereka sampai jodoh yang dimaksud menjadi baik. Allah maha adil, dan Allah lah yang maha mengetahui,

  9. 12 bujanglaku
    March 22, 2009 at 5:08 pm

    Ustadz Mau nanya nich ? bagaimana hukum menikahi seoarang perempuan yang mana anunya “maaf (farjinya)” itu tidak ada lubangnya atau menikahi perempuan yang cacat yang tidak bisa di duhul? sedangkan kita mencintainya ? boleh atau tidak ? sukron.

    • 13 Herdi Ramdan purnajaya
      January 20, 2010 at 9:34 am

      shalat istikhoroh dulu kalau tdk ketemu baru berpkir dgn jernih,ingat! salah satu tujuan menikah adalah terpenuhinya nafkah batin.hemat saya.sah saja tentang keturunan bisa mengadopsi.kalau anda tetap menikahinya berarti balasanmu adalah bidadari di surga.amin

  10. 14 shashi
    March 25, 2009 at 11:43 am

    menurut saya berdasarkan logika aja nih, tanpa menafikan pendapat para ulama, sepertinya ga adil banget kalau ada wanita yang pernah berzina haram dinikahi oleh laki-laki baik-baik. apalagi kalau wanita itu sudah benar-benar bertaubat yaitu ia menyesal, tidak mengulangi lagi dan menutupi dosanya dengan melakukan amal-amalan sholeh

  11. 15 Pencari Kebenaran
    April 15, 2009 at 9:15 am

    Menanggapi pendapat Daud, bagaimana Anda menjelaskan jika ada laki2 baik2 (tidak pernah zina) ternyata mendapatkan istri (menikahi) perempuan yg pernah zina. Ataupun sebaliknya perempuan baik2 ternyata menikah dengan suami yg pezina. Karena terkadang laki2 / perempuan baik2 tidak punya cukup pengalaman untuk bisa membedakan orang itu pernah zina atau tidak. Setelah mereka menikah ternyata baru diketahui kalo pasangannya itu ternyata pezina. Hal ini biasanya banyak terjadi di perkawinan yang tidak direncanakan (dijodohkan). Bagaimana anda menyikapi kasus spt ini ?

    • 16 yahya
      September 17, 2010 at 9:50 am

      Assalamualaikum warohmatullahiwabarokatuh,,,

      Pembaca yg budiman..
      Hadits itu benar,selamanya akan benar dan takkan lari dari kebenaran itu,,hanya terkadang pikiran kita terbatas untuk mengupas atau mentelaah sebuah hadits tersebut..

      Terlebih soal jodoh yang di jodohkan,,apabila seorang ayah yang ‘alim dan anak yang soleh/a maka dia mencari pasangan hidupnya akan di serahkan kepada orang tuanya,,dan sebagai orang tua yang soleh tentu dia takkan mencarikan menantu yang tidak soleh/a..

      Dalam hal ini di contohkan oleh Nabi Muhammad saw ketika siti fatimah menginjak dewasa maka beliau mencarikan jodoh buat fatimah,,maka para sahabat satu persatu mengajukan diri untuk putri rosulullah itu,,dan dalam hal ini nabi muhammad memilihkan yang terbaik untuk putrinya yaitu di angkat lah Ali bin Abi Tholib sebagai pasangan hidup Putrinya..

      Anda Baca lebih lanjut kisah pernikahan seorang anak nabi……………..!!!!!!!!

      Nah kesimpulannya apabila kita benar2 meniti atau mengamalkan apa yang telah disabdakan oleh nabi dan diriwayakan oleh perawi hadits pendahulu kita takkan pernah meleset,,hanya kita saja yang salah dalam mengamalkannya…

      semoga dapat dimengerti dan bermanfaat

      Wassalam..

  12. 17 haura
    April 25, 2009 at 7:38 pm

    assalamualaikum…
    tulisan d atas sangat bagus untuk d sebarkan kepada saudara seiman..tp hrs d pertegas lagi
    yg mnjd pertanyaan saya,,bagaimana menurut islam tentang ank kecil (perempuan) yang di cabuli?? apakah hal2 yg tercantum d atas berlaku?? bagaimana pun kita harus memperhatikan hal tersebut karna mreka akan tumbuh dewasa n akan tau ttg hal ini..

  13. 18 D345Y
    May 24, 2009 at 10:06 am

    Jika mayoritas membolehkan pezina akhirnya menikah, hal itu sama saja melegalkan haramnya zina.Itu bukan bentuk tanggung jawab,hanya makin memperparah pemikiran remaja.Mereka akhirnya akan berfikir bahwasannya toh zina yang mreka lakukan berakhir dipernikahan.Hal ini akan memperbanyak pelaku zina. Hii.. Nauzubillah!Mestinya mereka diberikan dulu shock terapi yang membuatnya dan orang2 disekitarnya berfikir seribu kali untuk melakukannya.

  14. 19 Rwn
    July 30, 2009 at 9:58 am

    Saya mau tanya, rencana saya mau nikah ternyata wanita yg mau saya nikahi itu pernah berzinag

  15. 20 sovia
    August 1, 2009 at 9:49 am

    jika kita sedang dalam keaadaan sholat,keluar sesuatu dari kemaluan wanita misal nya keputihan.
    apakah shlat yang kita lakukan itu sah,
    atau perlu di ulang.
    sedangkan sebelum melakukan sholat,kita sudah bersuci dari hadast besar dan hadast kecil?
    tolong di jawab nya………………..

  16. September 12, 2009 at 9:33 am

    para pezina itu juga manusia, mahluk Allah..seperti kalian semua, mereka juga lubangnya salah, hanya saja mereka tidak sekuat kalian bisa menghindari dosa..tapi, tunggu2, zina g hanya berbuat “itu” kan? secara tdk sengaja, melihat orang tampan atau cantik itu bukannya zina yah? nah lo, semua juga pernah kan..pernah tau tobat besar kan, apa dong fungsinya, Allah SWT aja memaafkan. dan maafnya Allah SWT itu g bisa diterka2 oleh manusia yg diberi keterbatasan berpikir oleh Allah SWT..ya to..

  17. September 12, 2009 at 9:41 am

    ow ya, mau nimbrung about D345Y’say, kalo pezina tu udah tobat besar gimana hayo..?
    maaf saya heran saja, berusaha menempatkan diri sebagai “mereka”, saya sudah bertaubat dengan taubat besar yang sesungguhnya tapi masih saja tidak layak mendapatkan yg terbaik..setau saya, manusia yg menghujat orang2 yg sudah bertaubat tu sama saja tidak percaya bahwa Allah SWT adalah yg Maha Pemaaf dari segala pemaaf yang ada..”

  18. 23 any
    October 15, 2009 at 11:27 pm

    saya jg ingin tanya, kalau seorang wanita telah ternodi karena kebodohannya di masa kecilnya bisa di sebut wanita yang telah berzina? dan seandainya ia mengingin kan laki-laki yang terbaik apakah itu dilarang?

  19. 24 Ririn
    November 5, 2009 at 11:57 am

    BAgus BAnget nich Buat NAmbah PEngetahuan….
    khususnya bagi remaja kayak qita…

  20. 25 Shanty
    November 26, 2009 at 7:43 pm

    Jika ada seorang wanita mau bertaubat, apa taubat tsb akan diterima oleH Allah >>>>>

  21. December 9, 2009 at 7:50 am

    permasalahannya tidak segampang yang telah diungkap diatas. yang jadi persoalan adalah apakah ketika orang berzina kemudian dinikahi sebagai bagian dari tanggung jawab, sepertinya meremehkan hukum. sementara ketentuan hukum seharusnya yang bersalah harus diadili dulu sesuai syari sebagai bukti bahwa ia bertobat. jadi tobat hukum tetap berlaku sebagai kisah seoarang ibu pezina yang mengadadukan dirinya kepada nabi dan nabipun melaksanakan hukuman rajam padanya. tapi sekarang apa yang terjadi dengan para pezina-pezina. hukuman tidak jelas akhirnya perbuatan zina bukan hal yang dianggap kotor dan menjijikkan tetapi lebih kepada sebuah profesi hidup yang menyenangkan.

  22. 27 imam
    December 12, 2009 at 3:18 pm

    saya mau nimbrung aja nich…
    menurut saya, seorang pezina baik laki-laki ataupun perempuan itu sama saja di mata Allah sebagai seorang pendosa. namun dlam hal ini apakah seorang pendosa tidak boleh mendapatkan yang terbaik bagi dirinya untuk memperbaikinya di hari esok, kalau kita melihat yang diharamkan siapa sih yang merasa suci di dunia ini.? dari pertanyaan itu juga kita bisa menjawab, apakah seorang pezina juga haram menikah dengan orang baik-baik.???

  23. 28 Jefri
    December 31, 2009 at 4:24 pm

    Assalamua’alaikum saudaraku2,
    numpang comment dikit dong…
    Menurut gue,karena Allah maha pengampun pengasih dan penyayang. setip orang yang ngelakuin dosa jika ia bener2 tobat dlm artian yg sebenernya saya rasa Allah akan mengampuninya.
    saya setuju dengan ibu alina seharusnya perlakuan para penzina mendapat hukuman terlebih dahulu. Demi kebaikan dan perbaikan para penzina seharusnya mereka segera bertaubat.
    menurut gue mereka juga boleh menikah dengan siapa saja yang didasari iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT.(bukan hanya status) karena mereka juga mahluk Allah yang mempunyai hak yang sama seperti kita2 untuk menjalani hidup jika ddasari iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT, jika tdk ada dasar itu mending gak usah hidup daahhhh………
    Coba Saudara2ku bertanya dan renungkan pada diri kita sendiri UNTUK APA SAYA HIDUP DIDUNIA INI YA? APA YA YANG SAYA CARI DIDUNIA INI? seringlah bertanya pasti akan dapat Jawabannya.
    Sekian JefriTVS. wassalam

  24. January 27, 2010 at 10:38 pm

    saya terus terang dan tidak menutupi kejelakan sy,saya sekarang sadar,dulu memang aku nakal,pacaran tiga kali,dan selalu melakukan zina,mudah mudahan allah mengampuniku.dan menjaga keluarga aku seutuhnya karna aku sekarang telah berkeluarga.

  25. 32 ayu nuraini
    March 2, 2010 at 9:33 am

    ikutan berilmu y??
    mo nnya???
    pakah s’orng yg mmpunyai ilmu yg tnggi dan panutan bagi smua umat py tryta mlakukan zina??pakah itu msh pntas dblng guru??atw da alasan lain????sya mgrti stiap mnusia psti tdk luput dari dosa,tp s’tidak.a gru itu twu mna yg baik dan tdk..
    dan shrus.a gru itu mnerapkan perkataan pda dri.a lalu dsmpaikan pda orng lain..
    bkan mlah mlakukan yg dlrang dan yg d’ucapkan.a itu

    mnurut anda bagaimna???

  26. 33 syafei
    March 21, 2010 at 10:12 pm

    Assalamu’alaikum wr wb.
    kalau saya cermati memang banyak remaja sekarang yang terjebak pada lembah kenistaan, aku tidak bisa menyalakan siapa2 karena itu semua bisa bersangkutan kesemua pihak….
    1. kalau kita lihat sekarang dalam peraturan negara kita belum ada yang mengatur secara tegas masalah ini, bahkan kemarin kita mau membentuk RUU APP pun masih ada saja yang menentang padahal yang menghancurkan generasi sekarang ialah banyak totonan yang tak bermoral, sexs bebas sudah ditontonkan ke anak SD,
    2. kita harus tau bahwa bimbing seorang guru tidaklahh cukup jika tidak dibantu dengan peran orang tua, sebab merekalah yang seharusnya tau pergaulan anaknya di luar sana.
    3. maka dari itu saya hanya bisa menyarankan tanamkanlah ke generasi sekarang….. yaitu – cinta diri sendiri – tanamkan sebuah impian kepada mereka – dan rasa cinta terhadap lingkungan sekitar………. afwan da kta2 yang salh
    wassalam…

  27. 34 jafar
    April 2, 2010 at 3:38 pm

    sbelumnya saya minta maaf.. mau nanya ni ustadz, gimana hukumnya menikahi orang yang terlanjur hamil dengan orang lain diluar nikah? dan perlu diketahui bahwa wanita tersebut melakukan hubungan zina tersebut karena pengaruh ilmu hitam (hipnotis/pelet/gendam dll) yang seperti sekarang ini masih marak di kalangan masyarakat. setelah mezinai, laki-laki tersebut pergi lepas tanggungjawab. sudah berbagai cara dan upaya untuk mencari keberadaan laki-laki tersebut namun hasilnya NOL. terus terang saya sangat kasihan dan prihatin dengan kondisi wanita tersebut, berbulan-bulan wanita tersebut menunggu kedatangan laki-laki yang menghamilinya namun tak juga kunjung datang, ga ada seorangpun yang tahu alamat laki-laki itu. saya sebagai sahabatnya tidak tega melihatnya berlarut dalam kesedihan dan hidup dalam gunjingan warga sekitar. saya sangat takut kalau seandainya masa depannya sampai hancur. akhirnya saya memutuskan untuk menikahinya meski banyak orang-orang yang melarang keras terutama keluarga saya, namun waktu telah membuat orang tua dan keluarga saya mengijinkan saya menikahinya dengan syarat harus menunggu sampai wanita tersebut melahirkan dan sampai masa Iddahnya berakhir.
    mohon Ustadz balas ke email saya saja.
    terima kasih

  28. May 25, 2010 at 9:17 pm

    Trimakasih ya dengan adanya ini kini aku jadi tau tentang hukum2 orang yang menikah dengan pasangan zina, dan disini juga memuat banyak pendapat tentang hukum2 menikah dengan pasangan zina.
    dan maaf juga ni ustadz aq mau tanya ni? misalnya ada orang yang mau menikah di bulan mei dan tiba tiba ada saudara yang meninggal di bulan april kemudian orang ini nikahnya dipercepat dihari wafatnya saudaranya. Dan pertanyaan saya apakah orang ini perlu mengulang pernikahannya lagi di KUA atau oarang ini tinggal daftar aja ke KUa untuk meresmikan pernikahan mereka dalam pemerintah? mohon dibalasnya ke email q aja ya ustadz. Afwan atas kesalahan

  29. August 17, 2010 at 9:07 am

    kebanyakan wanita yang berzina dengan pasangan nya berakhir dengan pernikahan, walaupun nikah nya itu di haramkan. yang ingin saya tanyakan setelah nikah dan si wanita sudah melahirkan dan si bayi juga telah tumbuh menjadi seorang anak kecil ! lalu kedua orang nya menikah lagi apakah perbuatan tersebut di halalkan? dan apa hukum nya?
    wassalam

  30. October 6, 2010 at 4:32 pm

    Ana sih dengan fiqh ini benar2 suka karena ya bisa dikatain agak2 lengkap.

  31. 38 Inne
    October 6, 2010 at 8:05 pm

    Apapun itu emang intinya Allah selalu membuka pintu tobat dengan tobat yang sesungguhnya hanya karena Allah SWT sebelum mau menjemput kita….

  32. 39 Agief
    November 9, 2010 at 4:09 pm

    Bismillahirrahmanirrahim,
    Tiada perbuatan dosa yang tidak terampuni kecuali musyrik ( menyekutukan Allah ) hukum bagai penzina adalah rajam dan dibuang (bagi yg blm menikah) dan rajam hingga mati (bagi yg tlh menikah ) namun hukum tsb tdk berlaku di negeri ini, bagi penzina bisa saja tobat dgn tobatan nasuha bila benar2 ingin bertaubat, krn Allah maha pengasih lagi maha penyayang dan penerima taubat, masalah diterima atau tdk adalah kuasa Allah, selagi ada kesempatan sebelum ajal menjemput kenapa tidak dilakukan.

  33. 40 p-sex
    November 24, 2010 at 4:59 pm

    la terus, yang bener dari pendapat2 itu yang mana ??
    kalo gag ada kepastian satu kand yang baca jadi binggung..
    bukan memberi solusi / petunjuk, tapi malah membingunggkan..
    tlg jwb..

  34. 41 isnawan saputra
    December 16, 2010 at 9:39 am

    assalamu’alaikumwr wb mau nanya nih apakah boleh saya menikahi perempuan yang mana kakek dari ibu saya dan kakek dari ibu dia adalah kakak adik mohon penjelasan trims.

  35. 42 puspitawati ajeng jenar mahesha
    December 22, 2010 at 8:07 am

    saya setuju dengan tulisan dee di atas. Allah maha pengampun dan tidak semestinya kita yang hanya manusia biasa menghitung dosa orang lain, karena mungkin kita sendiri adalah pezina tanpa kita sadari. dan penerima tobat manusia adalah Allah, picik sekali kalau kita hanya menghakimi perbuatan dosa masa lalu tanpa melihat tobat yang telah dilakukan. semua orang berhak menikah dengan orang yang dicintai, selama pernikahan itu mengarah ke arah yang lebih baik. sebelum kita menghakimi orang lain, ada baiknya kita intropeksi diri kita sendiri. semoga kita semua menjadi orang yang bijak sebagaimana Rasulullah SAW mencontohkan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


December 2007
M T W T F S S
« Nov   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

  • None

Tarikh Hari Ini

Kontak



Oka (My Bro)

Stop Caterpillar

Jamal Records

Organisasi Kampus Ku

Voice Of Islam

Voice of Islam

Jumlah Pengunjung

who's online

Flag Counter

Tracker

peta pengunjung

ip-location

Jumlah Pengunjung

  • 88,997 pengunjung

Iklan

Free Domain KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia



Flickr Photos

Toronto, 2014

Omiš / Croatia

Tempest

More Photos

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: