22
Dec
07

Fiqih Wanita 1:Hukum Memakai Cadar

Salam

kali ini saya akan membahas tentang fiqih wanita muslimah. yang pertama yaitu hukum menggunakan cadar…seperti biasa saya sadur dari internet..

Masalah kewajiban memakai cadar sebenarnya tidak disepakati oleh para ulama. Maka wajarlah bila kita sering mendapati adanya sebagian ulama yang mewajibkannya dengan didukung dengan sederet dalil dan hujjah. Namun kita juga tidak asing dengan pendapat yang mengatakan bahwa cadar itu bukanlah kewajiban. Pendapat yang kedua ini pun biasanya diikuti dengan sederet dalil dan hujjah juga.

Dalam kajian ini, marilah kita telusuri masing-masing pendapat itu dan berkenalan dengan dali dan hujjah yang mereka ajukan. Sehingga kita bisa memiliki wawasan dalam memasuki wilayah ini secara bashirah dan wa`yu yang sepenuhnya. Tujuannya bukan mencari titik perbedaan dan berselisih pendapat, melainkan untuk memberikan gambaran yang lengkap tentang dasar isitmbath kedua pendapat ini agar kita bisa berbaik sangka dan tetap menjaga hubunngan baik dengan kedua belah pihak.

1. Kalangan Yang Mewajibkan Cadar
Mereka yang mewajibkan setiap wanita untuk menutup muka (memakai niqab) berangkat dari pendapat bahwa wajah itu bagian dari aurat wanita yang wajib ditutup dan haram dilihat oleh lain jenis non mahram.

Dalil-dalil yang mereka kemukakan antara lain :

a. Surat Al-Ahzab : 59

`Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu`min: `Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka`. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.` (QS. Al-Ahzah : 59)

Ayat ini adalah ayat yang paling utama dan paling sering dikemukakan oleh pendukung wajibnya niqab. Mereka mengutip pendapat para mufassirin terhadap ayat ini bahwa Allah mewajibkan para wanita untuk menjulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka termasuk kepala, muka dan semuanya, kecuali satu mata untuk melihat. Riwayat ini dikutip dari pendapat Ibnu Abbas, Ibnu Mas`ud, Ubaidah As-Salmani dan lainnya, meskipun tidak ada kesepakatan diantara mereka tentang makna `jilbab` dan makna `menjulurkan`.

Namun bila diteliti lebih jauh, ada ketidak-konsistenan nukilan pendapat dari Ibnu Abbas tentang wajibnya niqab. Karena dalam tafsir di surat An-Nuur yang berbunyi (kecuali yang zahir darinya), Ibnu Abbas justru berpendapat sebaliknya.

Para ulama yang tidak mewajibkan niqab mengatakan bahwa ayat ini sama sekali tidak bicara tentang wajibnya menutup muka bagi wanita, baik secara bahasa maupun secara `urf (kebiasaan). Karena yang diperintahkan jsutru menjulurkan kain ke dadanya, bukan ke mukanya. Dan tidak ditemukan ayat lainnya yang memerintahkan untuk menutup wajah.

b. Surat An-Nuur : 31

`Katakanlah kepada wanita yang beriman: `Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang nampak dari padanya.` (QS. An-Nur : 31).

Menurut mereka dengan mengutip riwayat pendapat dari Ibnu Mas`ud bahwa yang dimaksud perhiasan yang tidak boleh ditampakkan adalah wajah, karena wajah adalah pusat dari kecantikan. Sedangkan yang dimaksud dengan `yang biasa nampak` bukanlah wajah, melainkan selendang dan baju.

Namun riwayat ini berbeda dengan riwayat yang shahi dari para shahabat termasuk riwayt Ibnu Mas`ud sendiri, Aisyah, Ibnu Umar, Anas dan lainnya dari kalangan tabi`in bahwa yang dimaksud dengan `yang biasa nampak darinya` bukanlah wajah, tetapi al-kuhl (celak mata) dan cincin. Riwayat ini menurut Ibnu Hazm adalah riwayat yang paling shahih.

c. Surat Al-Ahzab : 53

`Apabila kamu meminta sesuatu kepada mereka , maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti Rasulullah dan tidak mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar di sisi Allah.`(QS. Al-Ahzab : 53)

Para pendukung kewajiban niqab juga menggunakan ayat ini untuk menguatkan pendapat bahwa wanita wajib menutup wajah mereka dan bahwa wajah termasuk bagian dari aurat wanita. Mereka mengatakan bahwa meski khitab ayat ini kepada istri Nabi, namun kewajibannya juga terkena kepada semua wanita mukminah, karena para istri Nabi itu adalah teladan dan contoh yang harus diikuti.

Selain itu bahwa mengenakan niqab itu alasannya adalah untuk menjaga kesucian hati, baik bagi laki-laki yang melihat ataupun buat para istri nabi. Sesuai dengan firman Allah dalam ayat ini bahwa cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka (istri nabi).

Namun bila disimak lebih mendalam, ayat ini tidak berbicara masalah kesucian hati yang terkait dengan zina mata antara para shahabat Rasulullah SAW dengan para istri beliau. Kesucian hati ini kaitannya dengan perasaan dan pikiran mereka yang ingin menikahi para istri nabi nanti setelah beliau wafat. Dalam ayat itu sendiri dijelaskan agar mereka jangan menyakiti hati nabi dengan mengawini para janda istri Rasulullah SAW sepeninggalnya. Ini sejalan dengan asbabun nuzul ayat ini yang menceritakan bahwa ada shahabat yang ingin menikahi Aisyah ra bila kelak Nabi wafat. Ini tentu sangat menyakitkan perasaan nabi.

Adapun makna kesucian hati itu bila dikaitkan dengan zina mata antara shahabat nabi dengan istri beliau adalah penafsiran yang terlalu jauh dan tidak sesuai dengan konteks dan kesucian para shahabat nabi yang agung.

Sedangkan perintah untuk meminta dari balik tabir, jelas-jelas merupakan kekhusususan dalam bermuamalah dengan para istri Nabi. Tidak ada kaitannya dengan `al-Ibratu bi `umumil lafzi laa bi khushushil ayah`. Karena ayat ini memang khusus membicarakan akhlaq pergaulan dengan istri nabi. Dan mengqiyaskan antara para istri nabi dengan seluruh wanita muslimah adalah qiyas yang tidak tepat, qiyas ma`al fariq. Karena para istri nabi memang memiliki standart akhlaq yang khusus. Ini ditegaskan dalam ayat Al-Quran.

`Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,` (QS. Al-ahzab : 32)

d. Hadits Larang Berniqab bagi Wanita Muhrim
Para pendukung kewajiban menutup wajah bagi muslimah menggunakan sebuah hadits yang diambil mafhum mukhalafanya, yaitu larangan Rasulullah SAW bagi muslimah untuk menutup wajah ketika ihram.

`Janganlah wanita yang sedang berihram menutup wajahnya (berniqab) dan memakai sarung tangan`.

Dengan adanya larangan ini, menurut mereka lazimnya para wanita itu memakai niqab dan menutup wajahnya, kecuali saat berihram. Sehingga perlu bagi Rasulullah SAW untuk secara khusus melarang mereka. Seandainya setiap harinya mereka tidak memakai niqab, maka tidak mungkin beliau melarangnya saat berihram.

Pendapat ini dijawab oleh mereka yang tidak mewajibkan niqab dengan logika sebaliknya. Yaitu bahwa saat ihram, seseorang memang dilarang untuk melakukan sesautu yang tadinya halal. Seperti memakai pakaian yang berjahit, memakai parfum dan berburu. Lalu saat berihram, semua yang halal tadi menjadi haram. Kalau logika ini diterapkan dalam niqab, seharusnya memakai niqab itu hukumnya hanya sampai boleh dan bukan wajib. Karena semua larangan dalam ihram itu hukum asalnya pun boleh dan bukan wajib. Bagaimana bisa sampai pada kesimpulan bahwa sebelumnya hukumnya wajib ?

Bahwa ada sebagian wanita yang di masa itu menggunakan penutup wajah, memang diakui. Tapi masalahnya menutup wajah itu bukanlah kewajiban. Dan ini adalah logika yang lebih tepat.

e. Hadits bahwa Wanita itu Aurat
Diriwayatkan oleh At-Tirmizy marfu`an bahwa,

“Wanita itu adalah aurat, bila dia keluar rumah, maka syetan menaikinya`.

Menurut At-turmuzi hadis ini kedudukannya hasan shahih. Oleh para pendukung pendapat ini maka seluruh tubuh wanita itu adalah aurat, termasuk wajah, tangan, kaki dan semua bagian tubuhnya. Pendapat ini juga dikemukakan oleh sebagian pengikut Asy-Syafi`iyyah dan Al-Hanabilah.

f. Mendhaifkan Hadits Asma`
Mereka juga mengkritik hadits Asma` binti Abu Bakar yang berisi bahwa, `Seorang wanita yang sudah hadih itu tidak boleh nampak bagian tubuhnya kecuali ini dan ini` Sambil beliau memegang wajar dan tapak tangannya.

2. Kalangan Yang Tidak Mewajibkan Cadar
Sedangkan mereka yang tidak mewajibkan cadar berpendapat bahwa wajah bukan termasuk aurat wanita. Mereka juga menggunakan banyak dalil serta mengutip pendapat dari para imam mazhab yang empat dan juga pendapat salaf dari para shahabat Rasulullah SAW.

a. Ijma` Shahabat
Para shahabat Rasulullah SAW sepakat mengatakan bahwa wajah dan tapak tangan wanita bukan termasuk aurat. Ini adalah riwayat yang paling kuat tentang masalah batas aurat wanita.

b. Pendapat Para Fuqoha Bahwa Wajah Bukan Termasuk Aurat Wanita.
Al-Hanafiyah mengatakan tidak dibenarkan melihat wanita ajnabi yang merdeka kecuali wajah dan tapak tangan. (lihat Kitab Al-Ikhtiyar). Bahkan Imam Abu Hanifah ra. sendiri mengatakan yang termasuk bukan aurat adalah wajah, tapak tangan dan kaki, karena kami adalah sebuah kedaruratan yang tidak bisa dihindarkan.

Al-Malikiyah dalam kitab `Asy-Syarhu As-Shaghir` atau sering disebut kitab Aqrabul Masalik ilaa Mazhabi Maalik, susunan Ad-Dardiri dituliskan bahwa batas aurat waita merdeka dengan laki-laki ajnabi (yang bukan mahram) adalah seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan. Keduanya itu bukan termasuk aurat.

Asy-Syafi`iyyah dalam pendapat As-Syairazi dalam kitabnya `al-Muhazzab`, kitab di kalangan mazhab ini mengatakan bahwa wanita merdeka itu seluruh badannya adalah aurat kecuali wajah dan tapak tangan.

Dalam mazhab Al-Hanabilah kita dapati Ibnu Qudamah berkata kitab Al-Mughni 1 : 1-6,`Mazhab tidak berbeda pendapat bahwa seorang wanita boleh membuka wajah dan tapak tangannya di dalam shalat

Daud yang mewakili kalangan zahiri pun sepakat bahwa batas aurat wanita adalah seluruh tubuh kecuai muka dan tapak tangan. Sebagaimana yang disebutkan dalam Nailur Authar. Begitu juga dengan Ibnu Hazm mengecualikan wajah dan tapak tangan sebagaiman tertulis dalam kitab Al-Muhalla.

c. Pendapat Para Mufassirin
Para mufassirin yang terkenal pun banyak yang mengatakan bahwa batas aurat wanita itu adalah seluruh tubuh kecuali muka dan tapak tangan. Mereka antara lain At-Thabari, Al-Qurthubi, Ar-Razy, Al-Baidhawi dan lainnya. Pendapat ini sekaligus juga mewakili pendapat jumhur ulama.

d. Dhai`ifnya Hadits Asma Dikuatkan Oleh Hadits Lainnya
Adapun hadits Asma` binti Abu Bakar yang dianggap dhaif, ternyata tidak berdiri sendiri, karena ada qarinah yang menguatkan melalui riwayat Asma` binti Umais yang menguatkan hadits tersebut. Sehingga ulama modern sekelas Nasiruddin Al-Bani sekalipun meng-hasankan hadits tersebut sebagaimana tulisan beliau `hijab wanita muslimah`, `Al-Irwa`, shahih Jamius Shaghir dan `Takhrij Halal dan Haram`.

e. Perintah Kepada Laki-laki Untuk Menundukkan Pandangan.
Allah SWt telah memerintahkan kepada laki-laki untuk menundukkan pandangan (ghadhdhul bashar). Hal itu karena para wanita muslimah memang tidak diwajibkan untuk menutup wajah mereka.

`Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: `Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat(QS. An-Nuur : 30)

Dalam hadits Rasulullah SAW kepada Ali ra. disebutkan bahwa,

Jangan lah kamu mengikuti pandangan pertama (kepada wanita) dengan pandangan berikutnya. Karena yang pertama itu untukmu dan yang kedua adalah ancaman / dosa`. (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmizy dan Hakim).

Bila para wanita sudah menutup wajah, buat apalagi perintah menundukkan pandangan kepada laki-laki. Perintah itu menjadi tidak relevan lagi.

About these ads

19 Responses to “Fiqih Wanita 1:Hukum Memakai Cadar”


  1. January 9, 2008 at 1:02 pm

    sebenernya yang penting kita sudah menutup aurat yang telah diriwayatkan buat wanita muslim..
    yaitu jelas memakai jilbab..
    tapi gak cuman PAKAI aja..
    pakaian juga harus dilihat pantas atau tidakkah dipakai untuk muslim berjilbab..
    khan banyak tuh sekarang berjilbab tapi bajunya ketat…???

  2. June 25, 2008 at 2:33 pm

    Emg skrng banyk pke jilbb hnya d jdikn mode.

  3. August 25, 2008 at 1:15 pm

    jd memakai cadar itu tdk wajibkan?lantas apa alasan untuk mengatakan kpd orang yang memakai cadar

  4. August 25, 2008 at 1:16 pm

    jd memakai cadar itu tdk wajibkan?lantas apa alasan untuk mengatakan kpd orang yang memakai cadar
    alasan yg tepat

  5. 5 Risma
    December 31, 2008 at 8:42 pm

    ass.wr.wb.
    alhamdulillah…, akhirnya sy temukan jawbn yg memuaskn. sy jg sgt ingin memiliki buku fiqih wanita agar tak kesulitn mencari hukum2 dlm Islam. heheh…
    syukron ukhtifillah…
    jazakillah.

  6. January 2, 2009 at 11:00 am

    klo nyimpulkan yang kaffah dong,mungkin emang gang wajib tapi jangan lupa itu mustahab,dianjuran lihat fatwa syekh albani bisa lebih gamblang

  7. 7 ilyas
    August 10, 2009 at 1:11 pm

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    Dari yang saya baca dari majalah FATAWA, ulama yang mengatakan wajib mengenakan cadar adalah Imam Syafi’i dan Imam Ahmad, sedangkan ulama yang mengatakan disyariatkannya cadar tetapi tidak sampai derajat wajib namun mengenakannya adalah suatu keutamaan adalah Imam Abu Hanifah dan Imam Malik.

    Adapun ulama sekarang yang mengatakan wajib adalah Syaikh Bin Baz dan Syaikh Ibnu Utsaimin, sedangkan Syaikh Nahiruddin Al-Albani mengatakan tidak wajib tetapi merupakan suatu keutamaan.

    Wallahu’alam bishawab

  8. December 13, 2009 at 7:28 am

    Premium blogpost, great looking blog, added it to my favorites!

  9. 9 hamba Allah
    January 29, 2010 at 10:35 pm

    memakai cadar itu WAJIB bagi WANITA….!!!

  10. March 1, 2010 at 6:12 am

    Memakai cdar it lebih baik

  11. May 21, 2010 at 2:44 pm

    Ternyata Nahdlatul Ulama (NU) menyatakan bahwa cadar itu wajib. Fatwa ini membuktikan bahwa cadar telah dikenal di kalangan kaum muslimin Indonesia. Jadi cadar bukanlah barang baru, asing, atau radikal dan bukan pula identitas khusus kelompok tertentu, ajaran teroris apalagi dikatakan sebagai bukan ajaran Islam atau aliran sesat.
    Sebaliknya, cadar adalah ajaran Islam, ajaran Rasulullah , ajaran para sahabatnya dan ajaran para ulama ahlussunnah wal jama’ah ; maka dari itu tidak boleh dan tidak patut seorang muslim mengolok-oloknya, menghinanya atau melecehkannya.

    MUKTAMAR VIII NAHDLATUL ULAMA
    Keputusan Masalah Diniyyah Nomor : 135 / 12 Muharram 1352 H / 7 Mei 1933 Tentang
    HUKUM KELUARNYA WANITA DENGAN TERBUKA WAJAH DAN KEDUA TANGANNYA

    Pertanyaan :
    Bagaimana hukumnya keluarnya wanita akan bekerja dengan terbuka muka dan kedua tangannya? Apakah HARAM atau Makruh? Kalau dihukumkan HARAM, apakah ada pendapat yang menghalalkan? Karena demikian itu telah menjadi Dharurat, ataukah tidak? (Surabaya)

    Jawaban :
    Hukumnya wanita keluar yang demikian itu HARAM, menurut pendapat yang Mu’tamad ( yang kuat dan dipegangi – penj ).
    Menurut pendapat yang lain, boleh wanita keluar untuk jual-beli dengan terbuka muka dan kedua tapak tangannya, dan menurut Mazhab Hanafi, demikian itu boleh, bahkan dengan terbuka kakinya, APABILA TIDAK ADA FITNAH.

    LIHAT REFERENSI :
    Ahkamul Fuqaha, Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes Nahdlatul Ulama (1926-2004 M), halaman123-124, Pengantar: Rais ‘Am PBNU, DR.KH.MA Sahal Mahfudh; Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Jatim dan Khalista, cet.III, Pebruari 2007.

  12. May 26, 2010 at 9:19 am

    assalam alaikum
    saya mau menanggapi artikel tulisan di atas yang mengatakan bahwa dalam mazhab syafii uarat wanita adalah selain wajah dan telapak tangan. hal ini perlu di garis bawahi, bahwa ini adalah aurat wanita dalam shalat, sedangkan aurat wanita diluar shalat adalah seluruh badan. mohon dibuka kembali kitab fiqh mazhab Syafii. supaya tidak terjadi kesalah pahaman. syukran……..

  13. 13 santi dwi komala
    July 8, 2010 at 5:41 pm

    assalammualaikum wr.wb saya setuju dengan wanita memakai cadar bila keluar rumah karena bnyk mudarat di luar jika kita kaum wanita hanya memakai jilbab saja kalau kita memakai cadar mungkin agar membentengi kita dari hal2 yang mudarat amien

  14. 14 Ummu...
    July 9, 2010 at 2:25 pm

    ” memakai cadar itu WAJIB bagi WANITA….!!! ”
    klo ga tau dasar hukumnya , ga usah asal ngomong !!!!

  15. 15 abu ghoziy
    September 29, 2010 at 9:48 pm

    Assalamu’alaikum,
    sepertinya yg mnulis artikel ini lebih cenderung kpd pndapat yg menyatakan bahwa menutup wajah adlah tidak wajib hukumnya..?!?
    Ikhwaniy wa akhwatiy fillah, masalah hukum mngenakan cadar n sarung tangan adalah memang permasalahan khilafiyah d kalangan para ‘Ulama dr dulu smp skarang.
    Tp prlu kita smua pahami bhwa perbedaan itu trjadi pd kondisi n situasi spt apa.
    Smua pr ‘Ulama terutama 4 imam mdzhab itu berbeda pndapat dlm mslh ini ktika seorang wanita hidup di zaman yg fitnah(kerusakan) d zaman itu mi9noritas d bandingkan dgn kbaikan n keamanan yg mnyebar, sedangkan ktika sang wanita hidup pd situasi n kndisi dmn fitnah merebak dmn2, mk dlm hal ini pr ‘Ulama tdk ad yg brselisih pndapat bhw memakai pnutup wajah n tangan pd zaman spt itu hukumnya wajib.
    Skrg pertanyaannya d zaman kita hidup saat ini, fitnah(kerusakan)yg terjadi saat ini lebih mndominasi atau tdk???
    Ana rasa smua spakat saat ini adalah akhir zaman yg dmn d dalamnya banyak skali fitnah2 yg mrebak khususnya d ngeri kita, Syirik, Bid’ah, n kmaksiatan dg brbagai macam jenisnya sekarang d lakukan dg cara terang2an, sdgkan orang2 yg ta’at kpd Alloh n RosulNya sangatlah sedikit, artinya bg wanita yg hidup d zaman ini lbh wajib utk mnjaga dirinya dgn mngulurkan jilbabnya k seluruh tubuhnya yg d dalam surat Al Ahzab ayat 59 ad kalimat ‘Yudniina” artinya mengulurkan(mnguraikan) kseluruh tubuhnya tanpa trkecuali mulai dr ujung rambut smp ujung kaki, krn d dlm ayat tsb tdk ad kalimat pngecualian atau tdk ad kalimat “illa” n d dlm surat tsb Alloh me2rintahkan kpd istri2 Nabi n wanita muslimah seluruhnya dgn kalimat perintah yg amat jelas, kaidah fiqih mngatakan “Al Ashlu fil Amri Lil Wujub” Asal perintah (baik dr Al Qur’an n As Sunnah) adalah utk mnunjukkan suatu kwajiban. Adpun d dlm surat An Nuur yg kita hrus ktahui bersama, bhw ayat tsb berkaitan ttg pakaian wanita ktika sholat(krn memang ktika sholat seorang wanita tdk blh mnutup wajah n kdua telapak tangannya) bkn d luar sholat, mk sangat wajar ktika ibnu ‘Abbas mnafsirkan ayat tsb berbeda ktika ia mnafsirkan surat Al Ahzab.
    Dan lihatlah kmbali bgmn ibnu katsir n ‘Ulama lainnya dlm membedakan ta’rif atau definisi dr khimar(jamak:khumur) d dlm surat An Nur:31 dgn definisi jilbab d dlm surat Al Ahzab:59
    Berkata Ibnu Katsir rahimahullahu:

    يعني: المقانع يعمل لها صَنفات ضاربات على صدور النساء، لتواري ما تحتها من صدرها وترائبها؛ ليخالفن شعارَ نساء أهل الجاهلية، فإنهن لم يكن يفعلن ذلك، بل كانت المرأة تمر بين الرجال مسفحة بصدرها، لا يواريه شيء، وربما أظهرت عنقها وذوائب شعرها وأقرطة آذانها. …والخُمُر: جمع خِمار، وهو ما يُخَمر به، أي: يغطى به الرأس، وهي التي تسميها الناس المقانع

    “Khimar, nama lainnya adalah Al-Maqani’, yaitu kain yang memiliki ujung-ujung yang dijulurkan ke dada wanita, untuk menutupi dada dan payudaranya, hal ini dilakukan untuk menyelisihi syi’ar wanita jahiliyyah karena mereka tidak melakukan yang demikian, bahkan wanita jahiliyyah dahulu melewati para lelaki dalam keadaan terbuka dadanya, tidak tertutupi sesuatu, terkadang memperlihatkan lehernya dan ikatan-ikatan rambutnya, dan anting-anting yang ada di telinganya. Dan khumur adalah jama’ dari khimar, artinya apa-apa yang digunakan untuk menutupi, maksudnya disini adalah yang digunakan untuk menutupi kepala, yang manusia menyebutnya Al-Maqani’ (Tafsir Ibnu Katsir 10/218, cet. Muassah Qurthubah)
    Berkata Ibnu Katsir rahimahullahu:

    والجلباب هو: الرداء فوق الخمار

    “Dan jilbab adalah pakaian di atas khimar.” (Tafsir Ibnu Katsir 11/252)

    Berkata Al-Baghawy rahimahullahu:

    وهو الملاءة التي تشتمل بها المرأة فوق الدرع والخمار.

    “Jilbab nama lainnya adalah Al-Mula’ah dimana wanita menutupi dirinya dengannya, dipakai di atas Ad-Dir’ (gamis/baju panjang dalam/daster) dan Al-Khimar.” (Ma’alimut Tanzil 5/376, cet. Dar Ath-Thaibah)

    Berkata Syeikhul Islam rahimahullahu:

    و الجلابيب هي الملاحف التي تعم الرأس و البدن

    “Dan jilbab nama lain dari milhafah, yang menutupi kepala dan badan.” (Syarhul ‘Umdah 2/270)

    Berkata Abu Abdillah Al-Qurthuby rahimahullahu:

    الجلابيب جمع جلباب، وهو ثوب أكبر من الخمار…والصحيح أنه الثوب الذي يستر جميع البدن. “الجلابيب

    adalah jama’ جلباب, yaitu kain yang lebih besar dari khimar…dan yang benar bahwasanya jilbab adalah kain yang menutup seluruh badan.” (Al-Jami’ li Ahkamil Quran 17/230, tahqiq Abdullah At-Turky)

    Berkata Syeikh Muhammad Amin Asy-Syinqithy rahimahullahu:

    فقد قال غير واحد من أهل العلم إن معنى : يدنين عليهن من جلابيبهن : أنهن يسترن بها جميع وجوههن

    ، ولا يظهر منهن شيء إلا عين واحدة تبصر بها ، وممن قال به ابن مسعود ، وابن عباس ، وعبيدة السلماني وغيرهم

    “Beberapa ulama telah mengatakan bahwa makna ” يدنين عليهن من جلابيبهن” bahwasanya para wanita tersebut menutup dengan jilbab tersebut seluruh wajah mereka, dan tidak nampak sesuatupun darinya kecuali satu mata yang digunakan untuk melihat, diantara yang mengatakan demikian Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas, dan Ubaidah As-Salmany dan lain-lain.” (Adhwa’ul Bayan 4/288) Oleh karena itu hendaknya penanya melengkapi busana muslimahnya dengan jilbab setelah mengenakan khimar.
    Jd ksimpulannya makna khimar(kerudung) n jilbab itu beda kalo kerudung adalah sesuatu yg dapat menutupi rambut telinga,leher sampai ke da2(artinya ada beberapa agt tubuh yg tdk tertu2pi) sdgkan jilbab adalah sesuatu yg menitupi seluruh badan tanpa terkecuali..
    hndaknya bg kita yg ingin mendapatkan pahala lebih di sisi Alloh lbih memilih pndapat yg mewajibkan krn lebih selamat, sdgkan bg yg memilih sunnah atau afdholiyah(lebih utama) hrusnya lebih mengusahakan utk meraih pahala sunnahnya tanpa harus meremehkan perkara sunnah ini n tdk mngkritik bg org2 yg brpndapat wajib. Asy Syaikh Al Albaniy pun yg berpendapat afdholiyyah setelah ruju’ dr pndapatnya yg semula(sunnah) kluarga beliau pun tertu2p rapat seluruh agt badannya. Yg jelas bukan hanya sekedar memilih pndapat ttp harus d buktikan dgn amalan inilah bukti k imanan. Wallohu A’laam

  16. 16 Rie
    November 16, 2010 at 6:08 pm

    Prbedaan pndpt dr dl sdh ada. Jgn mlh qta jd ribut ‘n brantem soal ini. Sm2 slg menghargai aja.

  17. November 25, 2010 at 1:24 pm

    Ana masih ragu ut memakai cadar. Jd ana hanya ingin menjalani apa yg ana ketahui pd saat ini sj dulu. Yg pntng hati tetap terjaga

  18. 18 Lianti
    February 16, 2011 at 7:10 pm

    AssaLamu’aLaiku ukhti/ikhwan. .

    SubhanaLLah,
    ternyata dgn mnggunakan jiLbab dpat mnjga qt dr fitnah,
    LaLu bgaimankah pandangan isLam dLm meLihat bnyak kaum hawa yang berpakaian yg bLm mnutup aurat’y, bahkan ada yg Lbh parah Lg, buka tutup jiLbab’y, contoh’y ktika d kantor para ukhti menggunakan jiLbab tapi ketika kLuar rmh maLah jiLbab tidak d pakai, bgai mnakah pandangan dLm isLam meLihat haL tersebut,
    terimakasih
    wassaLam.

  19. 19 shofiyah
    April 4, 2011 at 8:53 am

    assalamu’alaikum
    afwan low menurut ana lbh baik pake cadar krn slh satunya terjaga pandangan n agar hati-hati tp klo skrg blm bsa ya semampunya misal saat ini mampunya bru krudung ya dpke aja ttp istiqomah tpqt jg hrus berusaha untuk bisa pake cadar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


December 2007
M T W T F S S
« Nov   Mar »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Klik tertinggi

  • None

Tarikh Hari Ini

Kontak



Oka (My Bro)

Stop Caterpillar

Jamal Records

Organisasi Kampus Ku

Voice Of Islam

Voice of Islam

Jumlah Pengunjung

who's online

Flag Counter

Tracker

peta pengunjung

ip-location

Jumlah Pengunjung

  • 88,554 pengunjung

Iklan

Free Domain KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia



Flickr Photos

More Photos

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: